Kamis, 15 Oktober 2015 Museum Sonobudoyo kedatangan kunjungan dari Persatuan Sahabat Muzium Melaka Malaysia. Sebanyak 12 orang yang berkunjung ke Museum Sonobudoyo ini dalam rangka study banding di Museum Sonobudoyo.
Rabu, 14 Oktober 2015 Museum Negeri Sonobudoyo ikut berpartisipasi dalam acara Karnaval Festival Museum se-DIY yang diadakan oleh Barahmus DIY. Dalam karnaval ini Museum Sonobudoyo menampilkan salah satu koleksinya yang berupa topeng. Karnaval ini bertemakan “Museum For Edutourism”. Karnaval dimulai dari halaman gedung DPRD DIY dan diakhiri di halaman Taman Budaya. Karnaval ini diikuti oleh seluruh museum yang ada di DIY.
Museum Negeri Sonobudoyo ikut berpartisipasi dalam Pameran Nasional Keragaman Alat Musik Tradisional Nusantara 2015. Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta memamerkan koleksi alat musik tradisional Rinding Gumbeng. Rinding Gumbeng merupakan kesenian tradisional dari Desa Duren Kabupaten Gunung Kidul. Alat musik utama yang digunakan adalah Rinding dan Gumbeng. Rinding adalah sejenis genggong (harpa mulut) yang banyak tersebar di pelosok Nusantara, sedangkan Gumbeng dimainkan dengan cara dipukul dan menghasilkan bunyi yang berbeda tergantung pada penempatan ganjal dawainya. Pada masa lalu, Rinding dimainkan oleh remaja putri dan ibu-ibu saat selesai panen sebagai rasa syukur kepada Dewi Sri yang memberikan hasil panen melimpah. Sekarang digunakan untuk upacara adat Sadranan dan menyambut tamu. Instrument pengiring musik Rinding Gumbeng terdiri dari : Kecrek, Rinding, Gumbeng dan Gendang.
