Back

The Reflection of Jayengtilam Periodization Life Through Cultural Oral Literature Java

Aji Sasmito

2022

Download

The Reflection of Jayengtilam Periodization Life Through Cultural Oral Literature Java

Aji Sasmito

About Publication

ABSTRAK
Jayengtilam bisa mengajari sebuah sesuatu yang sangat bermanfaat untuk sebagai penggambaran
masyarakat Jawa. Kehidupan tutur dalam tradisi lisan di masyarakat masih terus berkembang sampai
saat ini. Sebuah koleksi wayang dan sebuah cerita Panji dalam museum Sonobudoyo Yogjakarta
diambil dari sisi tutur lisan masyarakat Jawa. Dengan bukti yang terdapat pada relief-relief candi
Borobudor dan candi Penataran. Yang mewakili Jawa Klasik periode satu dan jawa klasik
periode dua. Berberapa watak, rasa, dan juga penggambaran manusia semua ada di dalam
museum dan ditempatkan pada barisan masing-masing Tak luput Jayengtilam selalu
memberikan pesan moral bagi semua makhluk hidup di dunia. Dimana adanya dukungan dari sastra
lisan yang menjadi penguatan antar pesan dan sebuah karya sastra. Menelaah cerita Panji yang
digambarkan oleh Jayengtilam dalam tutur sastra lisan masyarakat Jawa. Tradisi ini sangat
terstruktur antara kedekatan emosional masyarakat Jawa yang telah memberikan banyak
pelajarana berhaga dari ajaran itu. Pada dasarnya cerita-cerita dari Panji sendiri adalah
mengisahkan tentang baik-buruk manusia dan sisi positif dan negatif manusia di dunia. Pada
Jayengtilam yang melalui sastra lisan budaya Jawa, melihatkan tokoh dan beserta watak dari
pewayangan purwa. Sebut saja mulai dari para dewa, punokawan, kurawa, dan pandawa.
Mereka menjadi percontohan dengan watak dan sifat yang selama ini dimiliki oleh manusia.
Tokoh dewa yang mencerminkan keadilan, tokoh punokawan yang mencerminkan untuk
selalu bersyukur, tokoh kurawa yang mencerminkan angkara murka dan iri, tokoh pandawa
yang menceruta untuk tetap bersabar dan berusaha untuk mencapai apa yang diinginkan.


Kata Kunci : Periodensasi, Jayengtilam, Cerminan