Publication

The following are publications that have been carried out / related to the Sonobudoyo Museum up to the year 2022.

Star and Moon, What the Ocean Brings and Unites

Aryo Priyanggono, Siti Mahmudah Nur Fauziah, Abdul Hafiz, Ayu Dipta Kirana, Elvani Mutiara Tsani, Fajar Wijanarko, James Bennett, Neviya Arista Nanda, Primastuti Nur Malinda, Rina Rahayu

This exhibition book series was created as one of the supporting supplements for the 2022 Annual Museum Exhibition (AMEX) so that visitors can explore more about the contents of the exhibition. Islamic Art is a big theme in AMEX this year. This exhibition talks about the influence of Islam on various forms of art practice in Indonesia. Islam has a significant influence on various types of culture in Indonesia. The combination of the two produces a variety of unique visual expressions, and has high aesthetic and religious values.

Furthermore

Vidya Mulya Traces of Archipelago Knowledge

Fajar Wijanarko, Ayu Dipta Kirana, Aryo Priyanggono, Elvani Mutiara Tsani, Ersita Yuniartika Sari, Fetiana, Prima Nur Malinda, Rina Rahayu, Siti Mahmudah N.Fauziah

Vidya-mulya: Traces of Knowledge of the Archipelago, is a series of exhibition books published by the Sonobudoyo Museum for the first time. Presenting a diachronic journey from the mosaics of scripts and knowledge of the archipelago, this book gives a new face in reading knowledge from time to time. This book presents an anthology that describes the journey of letters from stone media to the birth of knowledge production in the Java Institute era. Finally, this progress has brought the Sonobudoyo Museum as a reference for current cultural studies.

Furthermore

The Fading of Cultural Ethics in the Midst of Modernization

Kaylana Timurkara

2022

Download

The Fading of Cultural Ethics in the Midst of Modernization

Kaylana Timurkara

Abstrak Modernisasi mengangkut dua nilai sekaligus yaitu nilai positif dan negatif. Menyesuaikan dengan bagaimana manusia mengimplementasikannya dalam kehidupan. Terjangan modernisasi membuat beberapa diantaranya menutup mata akan etika berbudaya. Berperilaku keluar dari etika berbudaya yang telah dicanangkan dari dahulu. Mengabaikan keberadaan etika dan menggusurnya dengan pemahaman budaya asing yang digandrungi generasi muda, tanpa melihat dampak yang mengikut di belakangnya. Bersembunyi di bilik tren yang digemari khalayak dan menghiraukan konsekuensi untuk dunia kedepannya. Kata Kunci : Etika, Kebudayaan, Modernisasi

Furthermore

Breakthrough of Cultural Insights in the Era of Digitalization

Jefri Eko Cahyono

2022

Download

Breakthrough of Cultural Insights in the Era of Digitalization

Jefri Eko Cahyono

AbstrakKondisi dunia mengusung perubahan dalam dinamika kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Meranah pada individualitas dengan mengesampingkan kepentingan bersama. Meninggalkan warisan nenek moyang dan kisah perjalanan menempu Indonesia Merdeka. Kekayaan warisan yang ditinggalkan berada dalam perlindungan generasi tua dibandingkan generasi muda yang notabene merupakan penerus bangsa. Menyibukkan diri pada kepentingan pribadi hingga munculnya lontaran kalimat akan mirisnya generasi muda akan kecintaannya pada kebudayaan yang semakin terjun menurun. Era Digitalisasi terkurung dalam pemanfaatan dunia modern akan mencari keuntungan dan tidak mengidahkan kebudayaan. Kata Kunci: Digitalisasi, Kebudayaan, Wawasan

Furthermore

THE EXISTENCE OF LIBRARIES IN SPECIAL LIBRARY

Endrawati Kusumo Lukitosari, S.sen

2022

Download

THE EXISTENCE OF LIBRARIES IN SPECIAL LIBRARY

Endrawati Kusumo Lukitosari, S.sen

ABSTRAK Pustakawan dituntut untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Hal ini dilakukan agar pustakawan dapat berkompetensi dan berkolaburasi dengan profesi informasi yang lain, khususnya untuk memajukan dunia kepustakawanan.                       Kompetensi     dan profesionalisme menjadi hal yang penting kususnya dalam menjaga dan meningkatkan eksistensi dilingkungan pekerjaannya. Dengan bekerja secara professional, citra pustakawan dapat diubah menjadi lebih baik karena selama ini masyarakat masih menganggap pustakawan hanya tenaga teknis sebagai penjaga buku diperpustakaan. Melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme, pustakawan mampu berperan aktif dalam aktifitas lembaga induknya. Umtuk mewujudkan hal tersebut , diperlukan beberapa strategi yang tepat, yaitu (1) meningkatkan kinerja secara berkesinambungan (2) membangun komunikasi internal secara efektif (3) menggagas ide ide inovatif perpustakaan (4) mengikuti sertifikasi pustakawan (5) melakukan pengembangan karier professional. Kata kunci: Putakawan, professional, perpustakaan khusus

Furthermore

The Reflection of Jayengtilam Periodization Life Through Cultural Oral Literature Java

Aji Sasmito

2022

Download

The Reflection of Jayengtilam Periodization Life Through Cultural Oral Literature Java

Aji Sasmito

ABSTRAKJayengtilam bisa mengajari sebuah sesuatu yang sangat bermanfaat untuk sebagai penggambaranmasyarakat Jawa. Kehidupan tutur dalam tradisi lisan di masyarakat masih terus berkembang sampaisaat ini. Sebuah koleksi wayang dan sebuah cerita Panji dalam museum Sonobudoyo Yogjakartadiambil dari sisi tutur lisan masyarakat Jawa. Dengan bukti yang terdapat pada relief-relief candiBorobudor dan candi Penataran. Yang mewakili Jawa Klasik periode satu dan jawa klasikperiode dua. Berberapa watak, rasa, dan juga penggambaran manusia semua ada di dalammuseum dan ditempatkan pada barisan masing-masing Tak luput Jayengtilam selalumemberikan pesan moral bagi semua makhluk hidup di dunia. Dimana adanya dukungan dari sastralisan yang menjadi penguatan antar pesan dan sebuah karya sastra. Menelaah cerita Panji yangdigambarkan oleh Jayengtilam dalam tutur sastra lisan masyarakat Jawa. Tradisi ini sangatterstruktur antara kedekatan emosional masyarakat Jawa yang telah memberikan banyakpelajarana berhaga dari ajaran itu. Pada dasarnya cerita-cerita dari Panji sendiri adalahmengisahkan tentang baik-buruk manusia dan sisi positif dan negatif manusia di dunia. PadaJayengtilam yang melalui sastra lisan budaya Jawa, melihatkan tokoh dan beserta watak daripewayangan purwa. Sebut saja mulai dari para dewa, punokawan, kurawa, dan pandawa.Mereka menjadi percontohan dengan watak dan sifat yang selama ini dimiliki oleh manusia.Tokoh dewa yang mencerminkan keadilan, tokoh punokawan yang mencerminkan untukselalu bersyukur, tokoh kurawa yang mencerminkan angkara murka dan iri, tokoh pandawayang menceruta untuk tetap bersabar dan berusaha untuk mencapai apa yang diinginkan. Kata Kunci : Periodensasi, Jayengtilam, Cerminan

Furthermore