Publikasi

Berikut publikasi yang dilakukan / berkaitan dengan museum Sonobudoyo hingga tahun 2024.

Sabda Raya

Ayu Dipta Kirana, Christabel Annora, Elvani Mutiara Tsani, Faizatus Sa’diyah, Fetiana, Leilani Hermiasih, Lucia Ratri Ardhanaswari, Nusi Lisabilla Estudiantin, Rina Rahayu

Buku Seri Pameran Abhinaya Karya 2024 yang diterbitkan Museum Negeri Sonobudoyo bertajuk "Sabda Raya" bercerita tentang bunyi dan suara. Kehadiran bunyi tanpa kita sadari telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memberi dampak signifikan kepada manusia, bukan hanya sebagai cara berkomunikasi, bertutur sapa, namun juga dapat memberikan ketenangan jiwa. Bahkan dalam perkembangan teknologi, inovasi gelombang bunyi kemudian dapat hadir dalam kemunculan arsip-arsip suara seperti perekam suara dan pemutar musik menjadi salah satu penemuan penting dalam perkembangan seni musik hingga arsip sejarah. Perkembangan peralatan perekam suara dan pemutarnya dapat membantu manusia untuk mendengarkan berbagai genre musik, merekam suara sebagai aktivitas penelitian, hingga aspek pembelajaran bahkan penciptaan kreasi lainnya.

Lebih Lanjut

Museum Innovative Strategy During Pandemic

A.H Cornellia, Men Islami, T. K. Priyambodo

As heritage tourism, a museum must continually innovate to attract visitors. Not just the heritage collection in the museum but also what to do and experience in the museum are those that need to be considered. Museum Sonobudoyo in Yogyakarta, Indonesia keeps improving its strategy to be the preferred tourism destination.

Lebih Lanjut

Beyond the Border, Connecting Cultures

Aryo Priyanggono, Ayu Dipta Kirana, Ayu Oktafi Dwisaptarini, Cantri Rizka Ramadhani, Elvani Mutiara Tsani, Fajar Wijanarko, Primastuti Nur Malinda, Rina Rahayu, Rudi Wiratama, Siti Mahmudah Nur Fauziah, Yuanita Wahyu Pratiwi

Buku Seri Pameran AMEX 2023 yang diterbitkan Museum Negeri Sonobudoyo yang bertajuk "Beyond the Border Connecting Cultures", bercerita mengenai interkoneksi budaya yang dihasilkan perdagangan maritim di Asia Tenggara, khususnya di Nusantara. Melampaui batas-batas wilayah dan teritorial, para penguasa lautan dari penjuru Asia Tenggara dan berbagai belahan dunia mengembara untuk melakukan perdagangan di Asia Tenggara. Baik untuk membeli maupun menjual komoditas dagang.    

Lebih Lanjut

Kamala Padma, Laga dalam Hening Pijar dalam Petang

Citra Iqliyah Darojah, Putri Taniardi, Aryo Priyanggono, Neviya Arista Nanda, Siti Mahmudah Nur Fauziah, Samantha Aditya, Lucia Ratri Ardhanaswari, Suzie Handajani

Nama Kamala disematkan untuk sebutan lain dari Dewi Laksmi yang bereinkarnasi menjadi bunga padma dalam salah satu penceritaan avatara Wisnu yang lahir menjadi sosok manusia kerdil (wamana) (Nugrahani, tt). Dalam kepercayaan Hindu, Laksmi adalah sakti dari Wisnu. Konsep sakti bukan hanya istilah untuk menyebut pasangan dewa melainkan juga perwujudan dari sebuah kekuatan atau kekuasaan dari dewa dalam bentuk sosok perempuan.

Lebih Lanjut

Keris sebagai Lambang Nilai Maskulinitas pada Pria Jawa

Armand Ilham S.

2022

Download

Keris sebagai Lambang Nilai Maskulinitas pada Pria Jawa

Armand Ilham S.

Keris merupakan sebuah artefak budaya yang menjadi salah satu ikon budaya bangsa Indonesia. Dalam mengenali sebuah keris, terdapat beberapa sudut pandang antara lain seni, filsafat dan sisi magis keris pusaka. Hal yang membedakan keris pusaka dengan senjata tajam lain ialah keyakinan masyarakat khususnya masyarakat di pulau Jawa akan keberadaan daya magis yang menyertainya. Meskipun dapat digunakan baik laki- laki maupun perempuan, keris identik dengan sifat kelaki-lakian karena melambangkan keberanian menggunakan kekuatan fisik yang umumnya ada pada nilai maskulinitas. Keidentikan keris dengan sifat maskulinitas ditunjukan dari bagaimana keris digunakan dalam busana adat Jawa. Pada sisi lain, daya isoteri keris pusaka yang kurang atau bahkan disalahpahami oleh masyarakat, menjadikan keris pusaka sebagai barang yang dijauhi.Para pemerhati keris pusaka, para ahli di bidang perkerisan (krisologi) berusaha keras untuk melestarikan keris sebagai pusaka budaya bangsa Indonesia. Pemerintah baik pusat maupun daerah juga berpartisipasi dalam usaha pelestarian keris pusaka. Kata Kunci : Keris, Kebudayaan, Pusaka.

Lebih Lanjut

KOLEKSI TOPENG MUSEUM SONOBUDOYO SEBAGAI REPRESNETASI KEBUDAYAAN MASA LALU

Nujum Masrufatul Janah

2022

Download

KOLEKSI TOPENG MUSEUM SONOBUDOYO SEBAGAI REPRESNETASI KEBUDAYAAN MASA LALU

Nujum Masrufatul Janah

Karya seni topeng merupakan warisan turun temurun dari generasi ke generasi setelahnya sebagai warisan seni dan budaya. Bentuk topeng dapat diartikan juga sebagai replika wajah seseorang untuk menggambarkan sifat atau perwatakan seseorang. Selain itu karya seni topeng juga dapat diartikan sebagai suatu ukiran yang merepresentasikan secara menyeluruh karakteristik atau pribadi seseorang. Museum Sonobudoyo dalam koleksinya memiliki 5 bentuk topeng karakter seperti Figur Menyeramkan yang digambarkan dengan ekspresi wajah menakutkan serta wajah yang tidak rata, Figur Lucu dengan ekspresi mulut yang dibuat monyong untuk menghibur, Figur Cacat Cacar seperti namanya disebabkan penyakit cacar, Figur Cacat Mulut dengan bentuk tidak simetris disebabkan bawaan dari lahir atau penyakit, Figur Cacat Mulut dan Mata dengan posisi yang tidak simetris. Kata Kunci : Seni, Topeng, Warisan Budaya

Lebih Lanjut