Kembali
Tradisi Daur Hidup Masyarakat Dalam Tatanan Adat Jawa
Download

Tradisi Daur Hidup Masyarakat Dalam Tatanan Adat Jawa

Jefri Eko Cahyono

Tentang Publikasi

Dalam upacara tradisi banyak mengandung muatan simbolik yang mencerminkan norma serta nilai budaya yang berlaku ditengah masyarakat.Kegiatan upacara adat daur hidup ini telah dilaksanakan sejak adanya tanda-tanda kehamilan sampai manusia meninggal dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan tradisi daur hidup manusia ini berlangsung sejak kehamilan sampai kematian yang terbagi dalam berberapa lini waktu, yakni, kehamilan, kelahiran, kanak-kanak, remaja, perkawinan serta kematian. Secara esensial, pelaksanaan upacara tradisi daur hidup manusia tersebut di masyarakat zaman dahulu hingga saat ini tidak banyak perbedaan.Pada masa kehamilan itu, dalam kehidupan masyarakat Jawa umumnya akan diperingati dan diperhatikan dari awal bulan kelahiran sampai dengan menjelang kelahiran.Selain melakukan upacara wilujengan, pada masa kehamilan tersebut dalam budaya Jawa masih berkembang adanya kepercayaan-kepercayaan yang seolah diluar perhitungan nalar ataupun logika. Dalam kehidupan masyarakat Jawa dalam menyongsong kelahiran bayi, juga menyelenggarakan berbagai bentuk upacara tradisi, seperti brokohan, mendhem ari-ari, sepasaran, puputan, selapanan, dan wetonan. Dalam tradisi masyarakat Jawa, masa kanak-kanak merupakan masa yang harus diperhatikan dengan tujuan memohon keselamatan bagi si anak yang mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan. Setelah masa kelahiran, tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada masa kanak-kanak, yaitu tedhak siten, gaulan, sapihan, tarapan, tetesan panguran maupun supitan. Pada masa dewasa, tradsi yang berkembang di masyarakat Jawa yakni, khitanan (sunat) dan tarapan.Tradisi masyarakat Jawa juga masih sangat dekat dengan adat kematian.Dalam upacara kematian masyarakat Jawa pada umumnya akan melakukan kegiatan telunan, pitung dino, patang puluhan, satusan, pendak 1, pendak 2, dan sewunan.

Kata Kunci : Daur Hidup, Tradisi, Jawa