|
|
Pendopo
Bila pengunjung ingin memasuki Museum Sonobudoyo, terlebih dahulu akan melewati sebuah Pintu Gerbang yang berbentuk Semar Tinandu, dan beratapkan model joglo. Didinding bagian dalam gapura sisi Timur terdapat Prasasti dengan Candra Sengkala “Kayu Winayang Ing Brahmana Budha”, yang berarti Tahun 1886 (Tahun Jawa), atau 1935 Masehi, dimana Museum Sonobudoyo didirikan.
Kunjungan selanjutnya menuju ruang Pendopo yang berbentuk Limas Lambang Tumpang Sari, mirip bangunan Masjid Kanoman Cirebon.
Fungsi pendopo adalah sebagai tempat untuk menerima pengunjung dalam jumlah banyak.
Didalam ruang ini dipamerkan dua perangkat Gamelan, antara lain :
- Gamelan Kyai Mega Mendung, yang bernada Pelog dan slendro.berasal dari daerah Cirebon pada abad 19. Pada gamelan tersebut terdapat hiasan yang bermotifkan Mega Mendung.
- Gamelan Kyai dan Nyai Ririrs Manis, Gaya Yogyakarta yang bernada Slendro dan Pelog.
|
|
|
| Dewasa Perorangan |
Rp. 3.000,- |
| Dewasa Rombongan |
Rp. 2.500,- |
| Anak–anak Perorangan |
Rp. 2.500,- |
| Anak–anak Rombongan |
Rp. 2.000, |
| Wisatawan Asing |
Rp. 5.000,- |
Pergelaran Wayang Durasi Singkat
Rp. 20.000,- / 0rang
| Selasa-Kamis |
08.00–13.30 WIB |
| Jumat |
08.00 – 11.00 WIB |
| Sabtu & Minggu |
08.00–12.00 |
Senin dan hari besar
atau libur nasional tutup
|
|
|