Publikasi

Berikut publikasi yang dilakukan / berkaitan dengan museum Sonobudoyo hingga tahun 2022.

Sinopsis Cerita Wayang Topeng Panji

Museum Sonobudoyo

Cerita Wayang Topeng Panji Gaya Yogyakarta

Lebih Lanjut

Sinopsis Pertunjukan Wayang Kulit

Museum Sonobudoyo

Cerita Wayang Kulit Lakon Ramayana

Lebih Lanjut

Transformasi Peran Sosial : Museum dan Komoditas Budaya

Jefri Eko Cahyono

2022

Download

Transformasi Peran Sosial : Museum dan Komoditas Budaya

Jefri Eko Cahyono

Museum merupakan suatu tempat penyimpanan, perawatan dan pengembangan benda-benda koleksi yang berharga. Salah satu pakar sejarah menjelaskan bahwa sejarah tentang museum itu bermula dari estimologis museum (Jeffery Abt, 2006). Kata-kata museum menurut bahasa bangsa Yunani Kuno, mengacu pada sebuah situs pemujaan yang dikhususnya untuk kontemplasi. Pada abad ke-19 hingga abad ke-20 penggunaan kata museum cenderung dilambangkan sebagai suatu bangunan budaya yang menyimpan banyak benda dan asset budaya masa lalu yang mudah untuk diakses oleh masyarakat. Berjalannya waktu dan kemajuan ilmu pengetahuan, menjadikan gedung-gedung museum tersebut sebagai tempat pengumpulan benda-benda dan peralatan yang digunakan dalam proses penyelidikan ilmu dan kesenian. Perkembangan ini meningkat pada abad pertengahan. Kala itu yang disebut museum adalah tempat benda-benda pribadi milik pangeran, bangsawan, para pencipta seni dan budaya, serta para pencipta ilmu pengetahuan. Kumpulan benda (koleksi) yang ada mencerminkan minat dan perhatian khusus pemiliknya. Hal ini menjadikan awal mula dimana sebauh museum menjadi tempat pusat pengembangan ilmu pengetahuan melalui artefak dan benda-benda sejarah masa lalu.   Kata Kunci : Museum, Tranformasi, Budaya

Lebih Lanjut

Nilai-nilai Budaya dalam Mempelajari Koleksi Arca Ganesha di Museum Sonobudoyo

Indra Hendrawan Wibowo

2022

Download

Nilai-nilai Budaya dalam Mempelajari Koleksi Arca Ganesha di Museum Sonobudoyo

Indra Hendrawan Wibowo

Museum menjadi salah satu destinasi obyek wisata yang wajib dikunjungi, sebab banyak pengetahuan sejarah koleksi benda cagar budaya yang tidak ditemukan selain di museum. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda yang berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda cagar budaya saja, tetapi juga menjelaskan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam benda koleksinya. Nilai budaya dalam benda cagar budaya sangat berperan penting untuk generasi dulu, saat ini dan yang akan datang. Tulisan ini ditujukan untuk masyarakat awam yang belum mengetahui tentang penjelasan arca, khususnya arca Ganesha. Dengan tulisan ini akan memberikan gambaran serta wawasan penting bagi pengunjung museum yang terdapat koleksi arca dan juga sebagai media pengajaran pendidikan di sekolah maupun di perguruan tinggi. Selain itu, apa saja nilai budaya yang terdapat pada arca Ganesha dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari.   Kata Kunci : museum, nilai budaya, arca

Lebih Lanjut

PERFORMA BUDAYA AGRARIA DI UJUNG TIMUR TANAH JAWA

Silviana Dini Kunanti, S.P.

PERFORMA BUDAYA AGRARIA DI UJUNG TIMUR TANAH JAWA Silviana Dini Kunanti, S.P.   ABSTRAK Julukan negara agraris bagi Indonesia membuktikan bahwa sektor pertanian bukan hanya pekerjaan yang mayor di negeri ini. Lebih dari itu pertanian telah menjadi jati diri dan juga identitas bangsa. Kebhinnekaan rakyat Indonesia dengan masing-masing budayanya kemudian berbaur bersama segala aktivitas pertanian. Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang potensial terhadap pertanaman padi dan juga kaya akan budaya. Mata pencaharian sebagai petani padi dengan pelaksanaan serangkaian budaya di dalamnya masih dipegang teguh oleh suku Osing. Kedua hal tersebut dilakukan dengan tujuan menghormati dan menjaga warisan budaya turun-temurun. Kata Kunci : budaya, pertanian, Osing

Lebih Lanjut

Tradisi Daur Hidup Masyarakat Dalam Tatanan Adat Jawa

Jefri Eko Cahyono

Dalam upacara tradisi banyak mengandung muatan simbolik yang mencerminkan norma serta nilai budaya yang berlaku ditengah masyarakat.Kegiatan upacara adat daur hidup ini telah dilaksanakan sejak adanya tanda-tanda kehamilan sampai manusia meninggal dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan tradisi daur hidup manusia ini berlangsung sejak kehamilan sampai kematian yang terbagi dalam berberapa lini waktu, yakni, kehamilan, kelahiran, kanak-kanak, remaja, perkawinan serta kematian. Secara esensial, pelaksanaan upacara tradisi daur hidup manusia tersebut di masyarakat zaman dahulu hingga saat ini tidak banyak perbedaan.Pada masa kehamilan itu, dalam kehidupan masyarakat Jawa umumnya akan diperingati dan diperhatikan dari awal bulan kelahiran sampai dengan menjelang kelahiran.Selain melakukan upacara wilujengan, pada masa kehamilan tersebut dalam budaya Jawa masih berkembang adanya kepercayaan-kepercayaan yang seolah diluar perhitungan nalar ataupun logika. Dalam kehidupan masyarakat Jawa dalam menyongsong kelahiran bayi, juga menyelenggarakan berbagai bentuk upacara tradisi, seperti brokohan, mendhem ari-ari, sepasaran, puputan, selapanan, dan wetonan. Dalam tradisi masyarakat Jawa, masa kanak-kanak merupakan masa yang harus diperhatikan dengan tujuan memohon keselamatan bagi si anak yang mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan. Setelah masa kelahiran, tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada masa kanak-kanak, yaitu tedhak siten, gaulan, sapihan, tarapan, tetesan panguran maupun supitan. Pada masa dewasa, tradsi yang berkembang di masyarakat Jawa yakni, khitanan (sunat) dan tarapan.Tradisi masyarakat Jawa juga masih sangat dekat dengan adat kematian.Dalam upacara kematian masyarakat Jawa pada umumnya akan melakukan kegiatan telunan, pitung dino, patang puluhan, satusan, pendak 1, pendak 2, dan sewunan. Kata Kunci : Daur Hidup, Tradisi, Jawa

Lebih Lanjut