Manekin: Sebuah Tafsir Kisah Perempuan Part 1

Manekin: Sebuah Tafsir Kisah Perempuan Part 1

Patung peraga atau yang kerap kita sebut dengan manekin (mannequin) merupakan salah satu elemen yang sering kita temui di museum. Lebih-lebih keberadaaan manekin ini sebetulnya diharapkan menjadi alat penunjang bagi pameran seperti halnya foto-foto dokumentasi. Manekin menjadi sebuah benda yang kerap muncul, terutama di museum-museum etnografi sebagai salah satu cara untuk merekonstruksi sebuah budaya tertentu.

Manekin hadir untuk membantu sebuah bayang-bayang imajinasi kultural yang ada di museum. Sudah hal yang umum kita dapat menemui manekin-manekin berbagai bentuk dan identitas di museum karena perannya membantu koleksi untuk bercerita tentang fungsi dan maksudnya. Salah satu manekin yang kemudian menjadi salah satu koleksi museum ialah patung manekin penari Bedhaya. Manekin penari Bedhaya ini dibuat ketika museum ini dibuka pertama kali untuk menghadirkan representasi Tari Bedhaya yang merupakan tari tradisional dari Jawa yang sangat sakral. Tari ini erat kaitannya dengan tradisi Kraton.

Tari ini merupakan adat upacara atau bagian dari seremoni, memiliki nilai sakral karena dipandang sebagai tarian yang diciptakan oleh Ratu di antara seluruh makhluk halus dan merupakan tarian percintaan atau perkawinan dan memiliki simbol sebagai kasih sayang. Hal ini juga yang menjadi alasan Tari Bedhaya kerap dimainkan ketika Sultan menikahkan anaknya sebagai bagian dari upacara. Tarian ini begitu sakral, sehingga para penari yang terdiri sembilan perempuan ini tak sembarang dipilih.

Patung penari Bedhaya dari musuem ini terbuat dari bahan semen yang kala itu memang populer sebagai bahan pembuatan manekin. Patung ini dibentuk senyata mungkin mendekati sosok aslinya. Dibutuhkan keterampilan yang cukup tinggi untuk menghasilkan sebuah manekin yang dipajang di museum. Ketepatan mimik wajah, postur badan, hingga sikap tangan harus sesuai dengan kenyataan yang ada di dunia nyata, sehingga manekin tersebut memiliki kekuatan untuk merepresentasikan sebuah kultur tarian yang sangat sakral bagi masyarakatnya.

Artikel Terkait

Lebih Banyak