Kisah Kesetiaan Dewi Sinta

Kisah Kesetiaan Dewi Sinta

Dewi Sinta merupakan salah satu tokoh penting yang ada dalam cerita Ramayana. Dewi Sinta adalah putri sulung dari Raja Janaka, seorang raja dari kerajaan Mithila. Dalam Serat Ramawijaya, Dewi Sinta digambarkan menjadi sosok yang cantik. Tak hanya cantik dari segi fisiknya, Dewi Sinta juga cantik budinya, dan dicitrakan sebagai simbol kecantikan perempuan.

Selain memiliki paras yang cantik, Dewi Sinta juga memiliki kesetian yang luar biasa kepada sang suami yaitu Rama. Wujud kesetiaan Dewi Sinta ditunjukkan dalam beberapa kutipan pada Serat Ramawijaya.

//yèn wêruh bojoku sang pêkik/ iya rama disinom/ pêsthi tugêl gulumu Sang rojèng/ dasamuka runtik/ dipun panah sirahmu gulinting/ dasamuka runtik/ kurda Sang prabu
Terjemahan:
//Jika diketahui oleh suamiku yang rupawan/ Rama sedang disinom/ Pasti patah lehermu Sang Agung/ Dasamuka sakit hati/ Dipanah kepalamu jatuh menggelinding/ Dasamuka sakit hati/ Amarah Sang Prabu (Mijil bait 28).

Kutipan bait dalam Serat Ramawijaya menunjukan akan kesetiaan sang Dewi Sinta kepada sang Rama dalam situasi diculik oleh Dasamuka. Hal ini menjadi sebuah bukti sekaligus ajaran yang dapat di ambil untuk kemudian dilaksanakan dalam proses kehidupan sehari-hari.

Komentar

Artikel Terkait

Lebih Banyak