Alt text
Pagelaran Wayang Topeng Panji

Naskah cerita mengenai kronik Panji Asmarabangun dan Dewi Candrakirana telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of the World (MoW) pada tahun 2017 lalu. Penetapan ini tak kurang karena kekuatan kisah Panji yang telah muncul pada abad ke-12 M ini hadir sebagai produksi cerita lokal (local genius) masyarakat Jawa di antara epos Ramayana atau Mahabarata. Puncak popularitas cerita ini melejit di abad 14-15M pada masa Kerajaan Majapahit, lalu periode berikutnya kisah Panji telah menyebar luas di kawasan Asia Tenggara. Kisah Panji selanjutnya muncul dalam banyak media, seperti pertunjukkan wayang, wayang orang, tarian, hingga kisah-kisah folklor macam Ande-ande Lumut dan Timun Mas yang terinspirasi dari kisah cinta antara pangeran Jenggala dan putri Daha ini.

Sebagai lembaga pelestari warisan budaya Museum Sonobudoyo akan menghadirkan mahakarya Kisah Panji dalam pagelaran wayang topeng Panji gaya Yogyakarta. Sahabat museum dapat menyaksikan acara tersebut melalui kanal media sosial Instagram pada tanggal 28 September 2020 pukul 20.00 WIB mendatang. Terus pantau informasi terkini mengenai progam-progam publik Museum Sonobudoyo di seluruh lini masa media sosial kami.

Selamat berakhir pekan!

Selengkapnya

Alt text
FKY 2020 : Program Pameran Seni Rupa "Akar Hening di Tengah Bising"

21 - 26 September 2020 | Museum Sonobudoyo | www.fkymulanira.com
 
“Di kota ini sudah terlalu banyak perayaan, tapi minim produksi pengetahuan”.
 
Ungkap seseorang yang cukup sering saya dengarkan tiap ujarannya. Ungkapan itu hadir di sela-sela perbincangan santai yang tengah berlangsung seputar peristiwa budaya yang banyak berlangsung di kota ini, kebanyakan berupa festival. Sekitar lima tahun silam, hingga kini tidak pernah hilang.
 

Nampaknya memang ada benarnya. Lantas, apa kita harus menyingkir dan bergerak ke tepian, pergi sejauh mungkin untuk sebisa mungkin steril dari segala tetek-bengek penyelenggaraan acara publik yang terjadi di kota ini? Atau setidaknya tidak menambah yang baru? Adakah jalan tengah yang mendamaikan keduanya, berupa kerja produksi pengetahuan yang berjalan seiring dengan kerja produksi festival? Singkatnya, bisakah penyelenggaraan festival menjadi ruang dalam produksi pengetahuan?

Selengkapnya