Sharing Konservasi Koleksi di Museum Sonobudoyo

Kegiatan workshop dua hari dilaksanakan pada tanggal 26-27 Maret 2018 pukul 08.30-15.00. Workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan edukasi kepada komunitas yang dilakukan di Museum Negeri Sonobudoyo (MSB) di sepanjang tahun 2018. Kegiatan yang dihadiri oleh 33 peserta dari Museum di DI. Yogyakarta serta anggota komunitas dan penggiat museum ini diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia, Bapak Dwi Agung Hernanto selaku Kepala Seksi Bimbingan Informasi & Preparasi, dan dibuka secara langsung oleh Kepala MSB, Drs. Diah Tutuko Suryandaru. Beliau lebih lanjut menyampaikan bahwa MSB sedang berbenah baik secara fisik maupun material. Sehingga dengan melibatkan komunitas diharapkan MSB mendapatkan juga masukan yang akan berarti dalam proses pengembangan ini.

Ery Sustiyadi, ST, MA selaku Kepala Seksi Koleksi, Konservasi, & Dokumentasi MSB bertindak sebagai pemateri utama mengatakan bahwa fokus kegiatan workshop kali ini adalah untuk upaya mengidentifikasi 10 agen perusak dan 5 strategi penangkalnya. Setiap museum memiliki spesifikasi koleksi serta kondisi masing-masing bangunan museum yang berbeda-beda. Para kurator diharapkan mampu mengidentifikasi agen-agen perusak ini dan mengidentifikasi cara terbaik penangkalnya. Pembicara lainnya yaitu: Ria Diar Setya Primastiti, S.Si dari Museum Benteng Vrederburg menegaskan berbagai macam teknik dalam Integrated Pest Management (IPM). Dipaparkan bahwa dalam pemilihan metode konservasi perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini: kondisi koleksi, tipe serangga perusak, material koleksi itu sendiri serta pendanaan.

Duta Museum Sonobudoyo, Martina Sinta Kristanti, yang sekaligus bertindak sebagai koordinator acara menyatakan bahwa konsep yang diangkat adalah sharing, artinya MSB bermaksud untuk berbagi mengenai keilmuan dan kegiatan yang telah dilakukan, namun kegiatan ini juga digunakan sebagai wadah untuk mendapatkan masukan dari pihak lain serta menjadi wadah diskusi antar museum. Workshop dilakukan secara interaktif, sehingga selain sesi presentasi, para peserta dibekali dengan case study dimana peserta workshop diajak untuk menengok gudang penyimpanan koleksi (storage) yang ada di MSB Unit II (Candrakiranan) serta melakukan kegiatan langsung dalam upaya identifikasi agen perusak dan 5 strategi penangkalnya. Peserta workshop menyatakan kegembiraan bisa terlibat dalam kegiatan ini karena materi yang diberikan sangat bermanfaat dan bisa langsung diaplikasikan di museum masing-masing.